Ultimate magazine theme for WordPress.

Pansos Manfaatkan UU Cipta Kerja, Lutfi ‘Anjay’ Siap Bantu DPR Kalau Akun Instagramnya Hilang

0 15

Publik Indonesia masih meradang dengan Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI bersama dengan pemerintah pada Senin (5/10/2020) malam.

Bukan tanpa sebab. RUU Cipta Kerja memuat sejumlah aturan yang dinilai sangat merugikan, bahkan bakal mengeksploitasi, kaum pekerja.

Misalnya, poin-poin yang terdapat dalam Pasal 93 Ayat 2. Pasal ini menyatakan bahwa cuti khusus atau izin tak masuk saat haid hari pertama bagi perempuan dihapus (huruf a).

Pasal-pasal yang bermasalah lainnya menyangkut UU Ketenagakerjaan, Lingkungan Hidup, UU Pers, dan Pendidikan.

BACA JUGA
Nafsu di Ubun-ubun, Ayah di Padangsidempuan Perkosa Anak Tirinya

Berbagai cara ditempuh publik agar UU Cipta Kerja yang baru disahkan ini dibatalkan. Mulai dari melakukan aksi demonstrasi, menandatangani petisi, hingga ajakan untuk me-report massal akun media sosial DPR RI.

Beredar video di aplikasi Tik Tok mengenai cara melaporkan akun Instagram @dpr_ri agar ditangguhkan oleh pihak Instagram.

Di tengah-tengah ajakan ini, muncul Lufti Agizal yang sebelumnya sempat menuai kontroversi karena kata “Anjay”. Lewat Instastorynya, Lutfi menyatakan siap membantu pihak DPR jika akun Instagramnya hilang karena di-report.

“Saya siap bantuin cara-caranya kalau akunnya kena report. DM aja ya min… #respect” tulis Lutfi.

Unggahan Lutfi ini lalu menyebar di media sosial dan hanya mendapatkan caci maki dari netizen karena dinilai caper dan tidak peka dengan permasalahan yang saat ini dialami.

Seperti diketahui, Lutfi Agizal tampaknya sudah “berpengalaman” dengan akun Instagram hilang karena di-report oleh netizen. Ya, beberapa waktu lalu akun Instagramnya sempat hilang diduga karena dilaporkan oleh netizen akibat kontroversi kata “anjay”.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More