Ultimate magazine theme for WordPress.

PLN Salahkan Peralatan Pelanggan, Pemilik Bengkel Las Ini Tetap Bayar Tagihan Listrik Rp 20 Juta

0 13

Tengah viral unggahan seorang pria bernama Teguh Muryanto yang tagihan listriknya naik drastis. Dari biasanya membayar Rp 2 jutaan, tiba-tiba melonjak menjadi Rp 20 juta.

Petugas PLN lalu mendatangi rumahnya dan berkesimpulan kenaikan tagihan listrik disebabkan oleh alat kapasitor milik pengusaha bengkel las tersebut sudah terlalu tua.

“Jadi kesimpulannya, pelanggan ini kapasitornya rusak. Ini meteran kami kan baru, di bulan Februari tidak diganti (kapasitornya),” ucap Febrina Marnarizka Putri selaku Manajer Bagian Keuangan, SDM, dan Administrasi PLN UP3 Malang pada Rabu (10/06/2020).

“Mungkin kelemahan meteran yang lama setelah puluhan tahun tidak terbaca kalau ada KVarh, yang tidak kami baca,” jelasnya.

Febri berdalih PLN sudah melakukan pemeliharaan meteran setiap tahun, dan tak mungkin mengecek satu per satu meteran warga setiap bulannya.

“Pelanggan tadi sebenarnya mengetahui, pelanggan sebenarnya paham kalau kapasitornya tidak bekerja maksimal. Tapi dia pinginnya diinformasikan sama PLN, padahal secara perjanjian jual beli, PLN itu tidak mengotak-atik pada sisi instalasi,” tegasnya.

“Kami hanya mengukur di sisi KWH meter, mungkin kalau pelanggan meminta membantu mungkin kami masih melayani. Tapi itu sudah di luar kewenangan kami,” imbuhnya.

Manager PLN UP3 Malang Mohammad Eryan Saputra juga menjelaskan bahwa Teguh merupakan pelanggan bertarif industri atau I2 dengan kepemilikan daya 23000 VA.

“Sesuai daya langganan yang dimiliki yakni sebesar 23000 VA, yang bersangkutan adalah pelanggan industri atau I2, bukan rumah tangga. Berdasarkan data kami (PLN), lonjakan tagihan tersebut tidak ada hubungannya dengan perhitungan rata-rata tiga bulan untuk rekening April dan Mei, yang berakibat pada naiknya tagihan listrik di mayoritas pelanggan rumah tangga,” beber Eryan.

tagihan listrik 20 juta

Eryan mengklaim Teguh sudah menerima penjelasan PLN bahwa kenaikan tagihannya disebabkan oleh kerusakan kapasitor.

BACA JUGA
Mantan Panglima TNI Djoko Santoso Meninggal Dunia, Jokowi Tak Berduka

Meski begitu, Teguh tetap harus membayar biaya tagihan sebesar Rp 20.158.686 yang telah dibebankan. PLN hanya membantu mengecek peralatan agar tidak terjadi kenaikan mendadak di kemudian hari.

Pembayaran tagihan sebesar Rp 20 juta lebih itu akan dilakukan dengan mencicil selama enam bulan.

Artikel Menarik Lainnya:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More