Ultimate magazine theme for WordPress.

Umpan Teri dapat Kakap, Pemerintah Sahkan RUU MLA RI-Swiss, Dana Rp 11 Ribu T Balik ke Indonesia

0 2,291

Di tengah ribut-ribut berbagai ormas dan parpol soal RUU HIP atau Haluan Ideologi Pancasila, pemerintah tetap serius mengejar dana Rp 11 ribu triliun yang disimpan di Swiss.

DPR RI resmi menandatangani Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal Assistance (MLA) in Criminal Matters bersama The Swiss Confederation (MLA RI-Swiss).

Menurut Ketua Pansus sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI Sahroni, undang-undang ini akan menjadi payung hukum bagi pemerintah Indonesia dalam mengejar aset hasil tindak pidana korupsi.

“Alhamdulillah ini berjalan lancar ya. Ini untuk kebaikan bersama kedua negara agar bilamana kita punya Undang-Undang terkait masalah timbal balik ini mempunyai dasar yang cukup kuat. Walaupun prosesnya cukup lumayan lama tapi akhirnya atas komitmen bersama bisa selesai,” ujar politisi Fraksi Partai Nasdem tersebut.

Seperti diketahui, bank-bank di Swiss memiliki tingkat kerahasiaan dan privasi yang tinggi. Hal ini dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menyimpan dana hasil kejahatan.

Perjanjian ini terdiri dari 39 pasal, yang mengatur bantuan hukum mengenai pelacakan, pembekuan, penyitaan hingga perampasan aset hasil tindak kejahatan.

BACA JUGA
Terungkap! Draft Final RUU Cipta Kerja Belum Selesai, DPR Sahkan Kertas Kosong di Rapat Paripurna

Tak hanya itu, perjanjian MLA RI-Swiss juga bisa digunakan untuk memerangi kejahatan di bidang perpajakan (tax fraud).

Diharapkan, dengan perjanjian ini maka pemerintah Indonesia bisa mendapatkan kembali harta-harta hasil korupsi yang disembunyikan di luar negeri, termasuk harta Keluarga Cendana.

BACA JUGA
Wahyu Setiawan Siap Bongkar Dugaan Kecurangan Pilpres Jika Jadi Justice Collaborator

Artikel Menarik Lainnya:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More