Ultimate magazine theme for WordPress.

Kejinya Bisnis Rapid Test, Dibeli Rp 30 Ribu Tapi Dijual ke Masyarakat Rp 350 Ribu

0 3,389

Salah satu metode pengujian apakah seseorang terinfeksi corona atau tidak adalah melalui rapid test.

Namun, metode ini menuai kritikan karena hasilnya tidak akurat dan kerap berubah-ubah, ditambah harganya yang mahal.

Padahal, rapid test menjadi salah satu syarat bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan naik pesawat, kereta api, atau kapal. Banyak yang curiga rapid test ini hanya menjadi ladang bisnis di bidang kesehatan.

Buktinya, beberapa klinik dan RS di Surabaya mengakui kalau harga rapid test berbeda-beda karena kebijakan masing-masing klinik dan RS.

RS Siloam Surabaya menetapkan tarif Rp 350 ribu untuk rapid test dan diklaim akurat 90%. Begitu pula dengan klinik dan rs swasta lain yang memiliki harga tak jauh beda.

BACA JUGA
PA 212: Reklamasi Ahok Untuk Aseng, Tapi Kalau Anies Untuk Umat, Jadi Harus Didukung!

Namun, di RSUD dr Soetomo, harga rapid test hanya Rp 175.000. Belakangan terungkap kalau ternyata harga alat uji rapid test ini cuma Rp 30 ribu saja.

Fakta ini diungkapkan oleh dr Mufti Anam, Ketua Umum HIPMI Jatim yang juga anggota DPR RI dari F-PDIP. Dia mengecam oknum yang menjadikan rapid test sebagai ladang bisnis.

”Salah satu yang menonjol misalnya soal rapid test (uji cepat), terlepas dari kontroversi akurasinya. Beli di luar negeri harga sekitar Rp 30.000-Rp 50.000 per satuan, tetapi di Indonesia dijual mahal. Ada yang Rp 200.000, Rp 300.000, Rp 500.000, bahkan ada yang menawarkan Rp 800.000 sampai Rp 1 juta,” ujar Mufti, Minggu (28/6/2020).

Mufti tidak masalah jika pelaku usaha ingin mengambil untung, tapi yang sewajarnya saja. Jangan malah semakin menyengsarakan masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

”Ambil untung tidak apa-apa, wong namanya dunia usaha. Namun, untung yang gila-gilaan saat pandemi yang menyusahkan banyak orang itu tidak beretika,” imbuhnya.

Mufti juga mengingatkan perusahaan plat merah di bidang farmasi seperti Kimia Farma, jangan sampai ikut memainkan harga rapid test.

”Jangan sampai BUMN malah ikut dalam permainan taking profit gila-gilaan yang menyusahkan rakyat,” tegas Mufti yang juga anggota Komisi VI DPR yang membidangi BUMN itu.

Artikel Menarik Lainnya:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More