Ultimate magazine theme for WordPress.

Pengamat Dukung PA 212 Jika Ingin Menjadi Parpol

0 33

Pengamat politik sekaligus Direktur Indonesia Political Review Ujang Komarudin menyambut positif jika gerakan Persaudaraan Alumni (PA) 212 suatu hari nanti berubah menjadi sebuah partai politik (parpol).

Ujang menilai, hal seperti itu akan menjadi tempat perjuangan baik PA 212 untuk melakukan gerakan politik praktis ke depannya.

“Jika ingin mendirikan parpol sah-sah saja. Bagus-bagus saja. Karena akan menjadi alat perjuangan bagi PA 212,” ujar Ujang, melansir Tagar, Rabu 8 Juli 2020.

Meski begitu, Ujang menilai perubahan PA 212 menjadi parpol tak akan berjalan mulus karena besarnya biaya yang dibutuhkan.

BACA JUGA
Viral Pamer Uang dan Mobil di Twitter, Tapi Gak Mau Bayar Utang

Kemudian, ia menilai PA 212 tidak akan menjadi parpol dalam waktu dekat, melainkan anggota-anggota ormas tersebut nantinya bisa bergabung dengan parpol yang telah ada.

“Sepertinya mereka tak akan mendirikan parpol. Tapi akan berpencar masuk partai-partai yang sudah ada. Secara individu dari mereka akan bergabung dengan partai-partai yang sudah ada,” ucap dia.

Di sisi lain, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai PA 212 tidak akan menjadi partai politik.

Alih-alih para anggotanya masuk parpol seperti yang dikatakan Ujang, Wasisto justru memprediksi PA 212 tetap konsisten berperan sebagai gerakan oposisi yang menekan kekuasaan.

“Saya pikir PA 212 ini kemungkinan akan masih berperan sebagai kelompok penekan daripada bertransformasi menjadi sebuah partai politik. Hal dikarenakan, keanggotaan mereka yang masih terpusat di daerah-daerah yang prosentase muslim konservatifnya tinggi,” kata Wasisto melansir Tagar, Rabu, 8 Juli 2020.

Diketahui, Persaudaraan Alumni 212 adalah sebutan dari eks demonstran Aksi 212 atau Aksi Bela Islam yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diadili lantaran melakukan penistaan agama.

Namun, kelompok tersebut masih melakukan serangkaian aksi seperti Aksi Bela Ulama dalam rangka menentang kriminalisasi terhadap para ulama dan melakukan pembelaan terhadap Hermansyah, pakar telematika yang tertimpa kasus pembacokan pada 9 Juli 2017, karena ia juga terlibat dalam Aksi 212.

Terbaru, PA 212 juga turut memotori demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP di kompleks DPR/MPR, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Leave A Reply

Your email address will not be published.