Ultimate magazine theme for WordPress.

Kejam! ABK WNI Disiksa di Kapal China, Jenazahnya Dimasukkan ke Dalam Lemari Es Ikan

0 28

Penyidik Ditkrimum Polda Kepri terus bekerja keras mengungkap kasus ditemukannya jenazah Hasan Afriadi, ABK asal Lampung di freezer tempat penyimpanan ikan.

Hasan dimasukkan dalam freezer di kapal ikan berbendera China. Dua kapal yang diperiksa oleh polisi adalah Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117.

Dari hasil pemeriksaan polisi menetapkan seorang warga China sebagai tersangka penganiayaan terhadap korban Hasan Afriadi.

Salah seorang WNI ABK Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 bernama Jonathan mengungkapkan bahwa dia dan ABK lain dari Indonesia sering disiksa oleh ABK China. Penyiksaan dilakukan terutama oleh mandor dan nahkoda kapal.

BACA JUGA
Penelitian Sebut Corona Lebih Banyak Ditularkan di Dalam Ruangan

“Kami ABK asal Indonesia hampir setiap hari dianiaya, tak hanya dengan tangan kosong, mandor dan nahkoda kapal juga kerap menganiaya menggunakan besi, kayu dan peralatan lainnya. Hasan Afriadi tewas juga karena disiksa oleh mandor kapal China,” ujar Jonathan.

Warga China yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial S dan merupakan mandor di kapal ikan tersebut. Dia terbukti sering menyiksa korban hingga akhirnya meninggal.

“S diketahui kerap menyiksa korban Hasan yang berujung tewasnya korban. Dari hasil visum diketahui korban meninggal dunia akibat penganiayaan, ditemukan banyak luka lebam akibat benda tumpul di bagian kepala, dada, punggung dan pinggang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, TNI AL bersama Polair Polda Kepri mengamankan dua kapal ikan berbendera China di Perairan Pulau Nipah.

Dua kapal nelayan Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117 ini dilaporkan oleh keluarga salah seorang ABK terkait penganiayaan.

Saat digeledah, petugas menemukan jenazah Hasan Afriadi, ABK asal Lampung yang disimpan di dalam lemari pendingin ikan.

Artikel Menarik Lainnya:

Leave A Reply

Your email address will not be published.